Resensi Buku : Menjadi Orang Tua Asik

by - August 29, 2019




Resensi buku Menjadi Orang Tua Asyik
Ditulis oleh: Bunda Wening
(Trainer, Terapis & Konselor
Parenting)
Penerbit: Tinta Medina
Ukuran Buku: 14 x 17 cm
Hal 336 halaman

Buku ini merupakan karangan Bunda Wening yang merupakan seorang terapis, trainer dan konselor parenting. Mungkin bisa jadi rujukan nih buat nambah ilmu parenting buat para emak-emak. Cocok banget buat aku jadi acuan untuk
pengasuhan duo putri yang semoga Allaah Sholihah kan. Aamiiin

Dulu waktu milih buku ini, karena memang sudah tertarik dengan buku pertama Bu Wening yang berjudul Marah
yang Bijak. Bahasa yang dipakai di buku ini gampang dipahami, sangat menyenangkan, aplikatif, jauh dari kesan menggurui dan simpel. Selain itu, diberikan contoh yang konkret dan
solutif pastinya. Contoh yang diambilpun juga contoh keseharian dan banyak banget yang sering terjadi disekitar
kita.

Kita sebagai orang tua yang lebih spesifiknya ibu (yang nulis seorang emak soalnya jadinya ngena banget yah
 hihihi...) pasti pingin kan punya teman yang asyik, suami yang asyik, bahkan anak yang asyik. Asyik disini itu bukan yang menuruti semua keinginan
anak begitu aja kan? tapi asyik untuk diajak komunikasi, asyik untuk berinteraksi juga. Nah pernah mikir nggak kalau anak juga pingin punya orang tua yang asyik juga, pernah nggak anak kita nyelutuk "ahhh bunda nggak asyik nih!"
Nah mulai kan mikir asyik itu kayak apa sih bagi seorang anak? Gimana nih biar kita dianggap asyik buat anak-anak kita?
Seringnya kan yang curhat tuh para emak yah. Kayaknya asyik punya temen yang selalu ada untuk mendengarkan curhatan kita, ya ga? Nah begitu juga supaya bisa jadi merasa kita asyik di mata anak-anak, ya kita juga harus dengerin curhatan mereka, sering diajak komunikasi diajak ngobrol, sesekali kita yang ikut kedunia mereka dong biar tau sudut pandang mereka itu gimana. Dari curhatan mereka nih kita jadi tau apa sih yang mereka inginkan, rasakan atau mereka alami.

Di buku ini dikupas tuntas secara aplikatif sesuai usianya, lebih berisi tentang ulasan beberapa kasus yang sering terjadi pada anak-anak, mulai dari balita, usia sekolah sampai remaja. Bagaimana kasus ini terjadi, contohnya dan bagaimana kita menanggapinya sampai bagaimana mencari solusi dengan kasus yang sedang terjadi.

Studi kasusnya lebih diungkapkan sebagai perilaku unik, perilaku unik yang terjadi bagi menjadi 3 : Perilaku Unik Anak Usia 2 - 12 tahun, Perilaku Unik Murid 2 - 12 tahun, Perilaku Unik Remaja 13 - 17 tahun.
Dibuku ini juga ada halaman tentang matriks assessment dan stimulasi Multiple Intellegences, disini kita bisa
menilai anak kita mempunya kecerdasan apa atau kecerdasan yang paling
menonjol dimiliki anak kita dan bagaimana menstimulusnya agar semakin kuat. Nah penasaran kan?

Di bab pertama ada subbab tentang Asyiknya browsing dan surfing pada anak, sebenarnya browsing dan surfing pada anak-anak kita itu juga mengasyikkan kalau tau caranya nggak cuman browsing dan surfing di dunia
perinternetan lho

Atau seringkali nih kita mendenger keluhan beberapa ibu-ibu, "kok anakku nggak bisa-bisa baca ya padahal
udah aku lesin kesana-sini lo?" atau "Heran deh anakku kok susah banget ya diajarin berhitung" bahkan ada nih
yang mengeluh "Duh pusing aku anakku nggak pernah bisa duduk manis sebentar aja, berlarian terus maunya, suruh belajar ada aja alasannya"

Solusinya dikupas nih dalam buku ini bahwa sebenarnya perilaku mereka itu nggak ada yang salah kok, karena mereka punya modal dasar pembelajaran yang biasa dikenal dengan namanya
GAYA BELAJAR, yang membantu kita untuk eksploring anak kita, supaya
mereka lebih mudah memahami sesuatu atau informasi yang diberikan. Ada 5 gaya belajar yang dijelaskan
dibuku ini.  Apa aja itu? Penasaran kan?

Dengan tampilan dan cover buku dengan ilustrasi yang menggunakan animasi,
sangat menggambarkan bahwa untuk menjadi ibu yang asyik itu ya dengan masuk dalam dunia anak-anak. Buku ini sangat layak diperoleh oleh semua wanita yang merasa dirinya ibu.

Lia / Rumbel Literasi IP Tangkot

You May Also Like

0 comments