Kulwap Self-Healing

by - June 15, 2019

KULWAP SELF HEALING, RABU (10 APRIL 2019)
PROFIL NARASUMBER
Nama : Wiwik Wulansari
Riwayat Hidup :
- Dokter hewan IPB
- Praktisi hewan kecil s.d 2010 dan menikah
- Ibu rumah tangga, 4 anak homeschooler
- Certified therapist TrerD (Thera Regression Emotional Release Disorder)
Instagram : @wikowiku | Wiwik Wulansari
MATERI
http://bit.ly/2GhhNz1
Self Healing adalah sebuah proses yang dilakukan oleh diri kita sendiri untuk melakukan pemulihan dan perawatan terhadap fisik maupun psikis tanpa obat-obatan, dengan melibatkan otak,pikiran, tubuh, emosi, mental, sosial dan spiritual.
memang ada apa dengan kondisi psikis kita??
pernah kah teman-teman mendapati dalam diri: pikiran negatif berlarut2, kesedihan mendalam, sulit bahagia, menyakiti diri sendiri, emosi labil, kehilangan semangat berkepanjangan, fobia berlebihan, berbuat kekerasan pada orang lain (anak/pasangan), perubahan mood yang tidak beraturan, dst?..
nah gejala-gejala tersebut pertanda ada "sesuatu" dalam diri kita yang belum selesai. Apa penyebab psikis mengalami gangguan? diantaranya adalah adanya luka batin, trauma terhadap suatu kejadian, pernah mengalami kekerasan fisik, verbal (dibandingkan, dimaki, dll) maupun kekerasan seksual, diabaikan, difitnah, bencana alam, kepergian orang yang disayang, dst sehingga ada kemarahan yang belum keluar, ada kesedihan yang belum selesai, ada sakit hati atau mungkin dendam kepada seseorang.
Jika ada salah satu yang terasa, maka hal tersebut akan membuat tubuh berada dalam keadaan yang stress dan mengeluarkan hormon kortisol, yang mana hormon ini jika terdeposit dalam jumlah yang besar dan lama, akan mengakibatkan fungsi organ menurun, sehingga timbul lah sakit fisik yang mana penyebab utamanya bukan masalah medis, tapi karena psikis (psikosomatis). Seperti maag, vertigo, migrain, dll.
Semenjak menikah dan memiliki anak, biasanya keluhan-keluhan baik psikis maupun fisik mulai sangat terasa. sulit mengatur emosi di hadapan anak, konflik yang tidak sehat dengan pasangan, mertua, ipar, dll.
sesungguhnya itu semua adalah alarm bagi kita, bahwa ada sesuatu yang harus diperbaiki. baik itu menyembuhkan luka batin maupun berlatih mengelola emosi dan membuat skema baru dalam pengasuhan
karena luka yang tidak disembuhkan akan seperti rantai yang selalu berputar, emosi, meledak, menyesal, diulangi lagi.
maka dari itu, mari kita putus rantainya. Jika ada luka batin, mari sembuhkan terlebih dahulu.
bagaimana menyembuhkannya? salah satunya bisa dengan self healing.
ada berbagai macam teknik self healing yang bisa dipelajari untuk menyembuhkan diri dari luka-luka batin, atau bahkan sudah kita lakukan tanpa disadari. Berikut akan saya sampaikan beberapa teknik yang bisa dilakukan sendiri, namun ada juga beberapa teknik yang hanya bisa diikuti melalui pelatihan.
Teknik-teknik ini terlampir di file pdf.
Akhir kata, sekian dari saya, semoga bisa menambah wawasan tentang self healing dan menemukan metode self healing terbaik untuk diri sendiri agar luka-luka batin maupun emosi yang membuncah ini bisa dikelola dan dikendalikan dengan baik. Sehingga hati kita kembali pada fitrah supaya matching membersamai ananda yang juga dilahirkan dalam keadaan fitrah.
Wallahualam.
/Wiwik Wulansari
TANYA JAWAB
1. Syari - Jakarta
Metode self healing tapping/ketukan.
Ada titik pukul karate di sana. Yang mengetuk ini siapa kah mbak? Apakah kita sendiri atau minta bantuan orang lain?
Jawaban : Titik karate diketuk oleh diri sendiri, dengan menepukkan kedua titik tersebut secara bersamaan.
2. Puji - Tangerang Kota
1) Bagaimana cara melepaskan emosi negatif yang baik dan benar itu? Jika dgn menulis, bolehkan tulisan kita ditujukkan pada orang yg telah membuat kita emosi?
2) Metode apa yang digunakan jika trauma terus berulang?
3) Mohon dijelaskan komunikasi imajiner berbicara dgn inner child itu seperti apa dan bagaimana ya?
Jawaban :
1) Imho, melepaskan emosi negatif yang baik dan benar itu caranya bisa apa saja, yang terpenting prinsipnya tidak destruktif, seperti : _tidak menyakiti diri sendiri, tidak menyakiti orang lain,  tidak merusak benda, menyakiti disini baik verbal maupun fisik.
tulisan ditunjukkan pada orang yang membuat emosi: jika mba siap dengan konsekuensi  nya, boleh aja. tapi yang perlu dipahami disini, bahwa emosi itu sifatnya hanya sementara, dia seperti air yang mencari jalan/celah untuk keluar. emosi hanya perlu di akui dan diterima, bukan dilampiaskan.
2) Trauma berulang seperti mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan secara berulang, itu hanya ranting-ranting dari masalah kita, disini ada akar masalah yang belum diselesaikan. nah, kira-kira apa akarnya ya?
kita bisa menelusuri dari sejarah hidup kita, jika saat ini kita selalu bermasalah dengan mertua perempuan, apakah kita ada masih ada luka batin dengan ibu kandung?
atau seringkali bermasalah dengan suami, apa ada luka batin dengan sosok laki-laki?
3) Berbicara dengan Inner Child, ambil momen khusus saat kondisi tenang, boleh minta ditemani pasangan jika khawatir akan terguncang dengan masa lalu. duduk tenang rileks, berdoa minta dibimbing oleh Allah untuk menyelesaikan masalah luka batin, katakan pada alam bawah sadar agar ia membuka hal yang belum diselesaikan. biasanya muncul suatu peristiwa, atau bahkan kita bisa memilih peristiwa apa yang ingin diselesaikan. ketika bayangan/ peristiwa itu muncul, sapalah sosok diri kita di masa lalu baik yang berupa anak kecil, teenage atau sosok kita hari kemarin, tanya kabarnya, tanya perasaannya. disini ada dua sosok diri kita yang dewasa dan diri kita yang terluka. ajak dialog, tanya perasaannya, apa yang dia inginkan, apa yg dia butuhkan, sampai si IC tenang, jadilah sahabat bagi IC.
3. Cici - Jakarta
Saya sering sekali merasa marah akan sesuatu.. tp kadang saya ga tw knp saya marah.. saya sudah coba bbrp tips nya spt bicara pada diri sendiri, bebenah, doa, yoga tp ttp saja kadang kembali lagi.. klo d tanya ada inner child yg b slsi saya tidak ingat.. lalu bagaimana cara sya agar tidak selalu marah?
Jawaban :
Sebetulnya marah itu adalah emosi yang wajar dan fitrah. yang perlu diperhatikan bagaimana cara kita mengekspresikan marah. jika mengekspresikan secara destruktif, ini bukan reaksi marah yang sehat.
teko itu menuangkan apa yang ada didalamnya, jika isinya air teh, maka keluar air teh. begitupun kita, jika ada kemarahan, pasti yang dikeluarkan pun berupa amarah-amarah. sebetulnya ini alarm, adakah yang belum kita selesaikan? masih punya unfinished business?
apakah ada luka pengasuhan? konflik dengan mertua/saudara/pasangan/tetangga? pernah mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan dan tidak bisa mengatasinya?
kalau poin diatas tidak ada, berarti langkah selanjutnya adalah *berlatih*. mengelola emosi ini juga perlu latihan. saat kejadian berlangsung, respon kita bukan reaktif, bukan pula terlibat dalam kejadian, tapi tekan tombol pause, lakukan jeda untuk melihat situasi lebih jernih.
4. Ira Mutiara - Tangerang
1) Adakah link video utk selfie healing ini agar mudah diterapkan dirumah,  utk tapping dan TRE
2) Metode self healing ini kita coba semua kah utk terapi sendiri dirumah? Brp kali harus kita lakukan secara rutin? Sampai terasa semua plong kah?
3) Di mindfullness,  kalimat terakhir,  jika kesadaran sudah terlatih=pause. Maksdnya bagaimana ya?
4) Reparenting inner child itu saat komunikasi dengan imaginer itu depan kaca kita berbicara pada diri sendiri? Sebaiknya waktunya seperti apa ya? Saat mood tenang atau saat emosi dilakukannya?
Jawaban :
1) Untuk tapping, ada beberapa metode yaitu EFT (emotional freedom technique), SEFT (spritual emotional freedom technique), dan Depth (Deep Psy Tapping Technic). untuk video DEPTH bisa lihat disini https://youtu.be/TApUHhdpYXE atau mengikuti pelatihannya lebih baik.
untuk TRE bisa dilihat di bukunya namun mengikuti workshopnya lebih baik.
karena metode dengan gerakan seperti ini biasanya harus melihat langsung titik-titiknya supaya lebih jelas dan tergambar nyata.
2) Di kulwap ini saya hanya mengenalkan metode saja. silakan di coba salah satu, mana yang pas. karena self healing ini menurut saya adalah perjalanan, menemukan metode yang cocok, berlatih mengenali dan mengelola emosi diri juga memperbaiki pola pikir setiap saat. tidak ada rumus baku kapan harus melakukannya, seberapa sering, kapan harus berhenti dst. disesuaikan dengan kebutuhan.
3) Jika kita sudah terbiasa sadar dengan segala situasi. maka ketika kita marah, kecewa, sedih, dst, cukup SADARI saja. ambil jeda untuk melihat, merasakan, mengakui dan menerima perasaan itu.
4) Bisa didepan kaca, bisa langsung berbicara dengan diri sendiri, bisa saat kondisi tenang dan kita niatkan untuk menemui IC (ada contohnya di jawaban sebelumnya), bisa juga saat kondisi kalut (karena biasanya saat emosi memuncak dan respon eror yang keluar, itu bukanlah diri kita, tapi diri kita yang sedang dibajak IC, jika bisa diajak bicara oke aja.
5. Nuryanih - Kabupaten Tangerang
Cara mengendalikan emosi,,saya mudah emosi bgt kl dah ngantuk,laper /capek kayanya dah g bisa kendalikan diri..apa lagi anak sekarg lagi GTM jadi menguras bgt emosi d sisi lain sya khawatir anak knpa2 kl ga mkn,kadang lain waktu bisa kendalikan emosi d waktu berbeda saya g bisa kendalikan.
Jawaban :
Mari kenali penyebab emosi diri dan strateginya.
kalau lapar --> makan
kalau ngantuk --> tidur/istirahat
badan kita punya haknya, kalau tidak ditunaikan ya si tubuh juga bisa marah kan ya..
anak GTM --> marah, coba kenali akar dibalik kemarahan anak GTM.
- tuntutan nenek supaya gemuk?
- sering dibandingkan karena kurus?
- khawatir kurang gizi, sakit, dst?
- merasa diabaikan? tidak dihargai udah susah dan capek masak?
6. Siti - Cimahi
Assalamu'alaikum wr.wb Bubu, belakangan ini saya sering merasakan menurunnya semangat yang berkepanjangan, lalu bisa tiba-tiba saja karena kesal saya marah marah, tapi cuma sebentar marahnya.
Habis itu saya menangis menyesalinya.
Biasanya kalau saya kesal sekalipun saya bisa mengendalikan emosi saya, tapi ketika dalam kondisi semangat menurun, emosi tidak bisa saya tahan.
Dan ketika kejadian seperti ini suami saya diam saja, tidak marah namun tidak juga berkomentar.
Apa yang harus saya lakukan dengan kondisi seperti ini?
Apakah healing dengan metoda tapping bisa dilakukan sendiri di rumah? atau harus di pandu oleh seorang terapis?
Terima kasih, mohon bubu berkenan menjawab pertanyaan saya..
Wassalamu'alaikum wr wb.
Jawaban :
Dear teh Siti, Silakan ditelusuri adakah luka batin sebelumnya?
apa pemicu semangat turun?
Jika merasa tidak sanggup melakukannya sendiri, jangan sungkan untuk mendatangi profesional, baik itu psikiater, psikolog, atau terapis.
7. Hamba Allah - Bandung
Saya di masa lalu ada beban psikis kekerasan seksual dan kekerasan verbal. Sekarang kondisi abis melahirkan, seperti terbesit niat2 buruk dan mimpi2 buruk. Takutny sampai ke postpartum depression.
Apakah beban psikis dimasalalu menjadi pemicu munculny ppd?
Misal beban masalalu diself healing, apakah tanda2 ppd bisa ikut hilang?
Jawaban :
Dear teteh di Bandung, betul sekali bahwasanya luka itu sudah ada sejak lama. peristiwa melahirkan, hanyalah pemicu munculnya/ terkuaknya kembali luka itu,  sehingga kita sering melabelinya PPD. Jika luka batin disembuhkan, insyaAllah gejala baby blues atau PPD bisa diminimalisir bahkan disembuhkan.
8. Anita Lestari - Bandung
Bagaimana cara mengidentifikasi innerchild ketika merasa ada sesuatu yg perlu diselesaikan tapi tidak tahu harus memulai dari mana?
Jawaban :
Dear teh Anita, mohon petunjuk pada Allah, minta dibukakan dan ditunjukkan masalah apa yang harus diselesaikan, tantangan apa yang harus dikerjakan. saya memiliki kawan-kawan, yang memang bukan tipe mengorek masa lalu, maka yang dilakukannya adalah fokus ke masa depan, dan berlatih mengelola emosi.
9. Ummu Ahmad - bumi Allah
Saya, menikah sdh 10th, di 5th pertama saya mengalami byk guncangan saat tinggal bersama mertua. Tekanan dan 'ghibah' dr mertua membuat saya sgt terluka,
Belum lagi mertua (ayah n ibu) merupakan pasangan yg tidak akur, sering berantem, kasar, bahkan sy sering menyaksikan keributan2 (KDRT) sampai saya punya anak.
Suami lebih banyak hanya mendengar curhatan sy, dan diam (tdk bs memberi solusi konkrit saat itu), akhirnya semua saya pendam sendiri.
Jadilah saya ibu yg sadar tidak sadar sering melampiaskan kemarahan kepada anak sulung sy.. kekerasan fisik maupun psikis.
Saya sdh pernah ke psikolog, alhmdllh hasil tes dan wawancara, anak saya 'baik2 saja', dan ternyata saya yg perlu diobati lebih intens.
Skrg saya sdh lebih baik,, sy mencoba sekuat tenaga utk berfikir sblm bicara dan bertindak.
Tapi kadang ada kalanya, saya lupa meski tdk separah dulu.
Yg ingin saya tanyakan..
1) Bgmn caranya agar self healing berhasil dan mampu mbuat sy jd ibu yg lebih tenang, sedangkan trigger nya msh didepan mata.
2) Bagaimana memperbaiki hub sy dg sulung, sy merasa ada sedikit 'gap' diantara kami. Mgkin ada sdkit kenangan buruk atau imej sy yg kurang baik di mata kaka.. (9th laki), agar tdk terbawa sampai remaja-dewasa.
3) Klo anak sulung sdg konflik dg ibu mertua, dia benar atau salah.. saya cenderung menyalahkan anak.. tanpa saya sadari.. yg muncul dikepala saya itu "nih saya omelin anak saya, nih saya pukul anak saya.. kamu maunya gini kan?? Nih saya 'didik' anak saya" ~ gimana caranya biar ga terulang.
Saya sedih sebenernya, tapi saya harus sembuh  jazakillah khoir mba wiwik
Jawaban :
Dear Ummu Ahmad, semoga Allah menguatkan dan menuntun mba selalu, tantangannya luar biasa, saya pernah juga di kondisi yang mirip seperti itu. saat itu yang saya lakukan adalah fokus pada hal-hal yang berada dalam kendali saya yaitu fokus mengikhtiarkan perubahan pada diri saya dan berpasrah atas apa yang diluar kendali saya (sikap suami, perilaku mertua itu semua diluar kendali, saya berlatih supaya tidak berharap atas perilaku mereka). pada kondisi ini, banyak-banyak berdialog sama Allah, karena jika Allah yang berkehendak hal yang mustahil pun bisa saja terjadi.
prinsip self healingnya sama,ambil momen waktu sendiri, lepaskan semua emosi, ajak diri kita yang terluka untuk ikhlas menerima, memaafkan, senantiasa bersyukur atas kejadian ini. minta Allah untuk melembutkan hati kita dan hati mertua, minta Allah Al'Afuw untuk bantu kita memaafkan orang-orang yang telah melukai kita, baik dimasa sekarang maupun di masa lalu.
minta maaf sama anak, bangun kembali kelekatan dan trust. tatap matanya, sungguh2 minta maaf, dan berlatih untuk mengelola emosi supaya tidak dilampiaskan kembali ke anak. percayalah apa yang sudah dialami anak kita, berarti sudah ditakdirkan Allah terjadi padanya, dan kelak itu menjadi bahan kepingan untuk menemukan peran dan misi hidupnya.
itu cuma bisikan pikiran2 mba aja, kita melakukan bahkan berbicara yang kebalikannya kita inginkan, kita lagi menangin nafsu dan ego disini. ga ada yang berhasil. maka lakukanlah apa yang ingin mba lakukan. bangun harga diri anak, walau rasanya sudah dihancurkan berkali kali oleh orang lain, kalau bukan kita ibunya, siapa lagi yang mau peduli padanya?
supaya tidak terulang, mba harus SADARI, bahwa ini siklus yg ga sehat, maka sebisa mungkin minta sama Allah untuk dibantu, dikuatkan agar siklusnya putus.
10. Kiki - Demak
Pertanyaan Bagaimana menghilangkan trauma berbicara di depan umum ya. Memory masa kecil dulu waktu pertama kali masuk tk saya sangat berani mengacungkan jari. Saking semangatnya waktu bu guru tanya siapa yang belum mandi saya pun ngacung padahal sudah mandi. Dan tertawa kan semua orang.
Saat acara perpisahan tkpun saya diminta mewakili maju ke atas panggung sendirian baca pancasila. Nah pas baca g selesai selesai karena mengulang sila yang lain. Penonton waktu itu juga tertawa. Apa karena memory itu ya? Sudah saya coba terus kalau ada forum saya angkat jari sekedar tanyapun kadang masih gemetar adakah cara lain untuk menyembuhkannya?
Jawaban :
Dear mba Kiki, bisa jadi hal tersebut akarnya. ambil momen sendiri, berdoa kepada Allah, kemudian temui kembali momen itu, lihat diri mba kiki kecil yang mungkin kebingungan kenapa orang-orang tertawa, merasa malu dsb. biarkan diri mba kiki kecil melepaskan emosinya, kemudian dukung dan beri kepercayaan padanya, beri motivasi yang sekiranya bisa membangkitkan kepercayaan dirinya. lakukan berulang-ulang sampai rasa percaya diri itu mulai muncul. bisa juga dengan menulis, tangan kanan adalah mba kiki dewasa, tangan kiri mba kiki yang kecil. silakan lakukan percakapan dengan tulisan. sampai kiki kecil kuat percaya diri.
kemudian dilatihkan ke publik. saya pernah mengalami kejadian serupa dengan mba kiki, begitu saya latihkan ke publik, jemari saya kram dan kaku, keringat dingin keluar seperti ada yang mau menerkam, hehe.. saking saya ga bisa ngomong di depan publik.
11. NN
Ada seorang istri yg mengalami trauma krn memergoki suaminya (melalui chat & skrinsut foto) telah melakukan prostitusi, dan ternyata terulang berkali-kali. Sudah meminta maaf. Beberapa bulan kemudian, terulang lagi. Suami meminta maaf lagi. Sang istri memaafkan lagi. Namun jujur, si istri, kehilangan trust pada suaminya tersebut.
Di saat LDM lagi, kadang pikiran2 buruk itu menghantui. Si istri jd agak sulit percaya, apakah si suami jujur atau tidak, apa yg dilakukan suami di luar sana.
Hal ini membuat si istri tidak nyaman, ketika prasangka2 buruk berkecamuk dalam benak. Bagaimana caranya agar bisa trust lagi pada suami setelah berkali-kali dikhianati. Bagaimana cara membangun vibrasi yg baik? Teknis sederhana yg bisa dilakukan, dimulai darimana ya?
Jawaban :
Dear mba, sebelum bahas tentang suami, saya ingin bertanya, bagaimana dulu keadaan mba dan keluarga dibesarkan waktu kecil? apakah ada luka batin?
karena apa yang terjadi saat ini baik pada pasangan, anak, mertua, dst hanyalah rentetan/ranting-ranting dari akar masalah yang pernah kita lalui. saya sering menemukan klien dengan kasus serupa, dan ternyata ayahnya pun melakukan hal yang serupa.
wallahualam.
membangun vibrasi yang baik, pada intinya adalah berdialog dengan Allah, menceritakan segala ketakutan dan kekhawatiran, kemudian meminta petunjuk, penguatan dan ketenangan padaNya.
12. Ayu - Bali
Halo bu,, boleh sy curhat sedikit.
1) Sy punya sedikit ketakutan akan hamil lagi, karena ada hal2 yang kurang menyenangkan saat hamil dan melahirkan. Menurut ibu, metode self healing yg mana yg tepat untuk menyembuhkan ketakutan atau perasaan tidak menyenangkan sy pada masa lalu saat hamil& melahirkan?
2) Jika ada kerabat yg emosi nya labil tetapi diri nya seperti tidak sadar bahwa dirinya perlu melakukan self healing, langkah pendekatan apa yg bisa sy lakukan untuk membantu kerabat itu ya bu? Apakah tdk masalah di diamkan atau adakah saran lain.
Jawaban :
Dear mba Ayu,
1) metode yang tepat untuk diri kita sebetulnya adalah sebuah perjalanan, orang yang satu dengan orang yang lainnya bisa jadi tidak sama. kalau boleh saya sharing, kebetulan saya mengalami hal tersebut, saya menuliskan dengan detail, hal apa yang membuat trauma, apa saja kekhawatiran saat hamil dan melahirkan yang saya alami. setelah saya tulis secara rinci, saya mulai mencari solusinya satu persatu, menguatkan konsep gentle birth, membuat afirmasi-afirmasi positif untuk kehamilan dan persalinan yang menyenangkan.
2)  kalau kerabatnya dekat, bisa diajak ngobrol-ngobrol ringan dengan menggunakan perumpamaan orang lain. sebab akibat kenapa ada orang yang begini mungkin karena dahulu mengalami apa.. tapi kalau engga dekat, dan sekiranya ga bisa masuk, saya memilih mendoakannya aja..
13. Suci
Sebulan belakangan ini saya rutin melakukan self healing sekitar 10-15mnt stlh solat subuh. Saya kuliti luka2 lama atau kalau ada omongan/sikap org yg kurang berkenan di diri saya, saya hilangkan rasanya dgn self healing. Pertanyaan saya adalah jika ketika melakukan self healing saya merasa 'rasa sakit' sdh berkurang bahkan hilang, namun kemudian di lain waktu rasa sakit itu muncul lagi dgn rasa yg pertama kali saya rasakan (sebelum self healing), apakah itu berarti 'luka' saya belum sembuh? Apakah ada kemungkinan self healing yg saya lakukan belum tuntas?
Apakah jika self healing sdh tuntas dilakukan, maka tdk akan ada kemungkinan rasa sakit dtg lagi saat mengalami gesekan dgn seseorg?
Jawaban :
Dear mba Suci, kalau boleh tanya, dihilangkan itu gimana ya? karena dalam proses healing yang saya ketahui bukan dihilangkan, tapi diakui, diterima dan dimaafkan, juga berikan dukungan, motivasi agar selalu ikhlas dan bersyukur dengan keadaan itu.
kadang-kadang perlu waktu, kadang-kadang bisa langsung selesai, tapi kalau berulang-ulang terus, mungkin belum menyentuh akar luka yang sebenarnya.
JIka self healing sudah tuntas, berdasarkan yang saya alami, gelombang pikiran lebih positif, sehingga perilaku orang tsb tetap sama, tapi kita bisa merespon dan melihatnya dengan sudut pandang berbeda. kalau sudut pandang berbeda, konflik/gesekan seperti apapun ga gampang sakit hati lagi.
14. Ririn - Boyolali
Jika sudah melakukan self healing tapi ternyata pengalaman kembali berulang dg orang yang sama apakah menghindari tatap muka bisa menjadi solusi terbaik?
Jawaban :
Dear mba Ririn, kunci self healing adalah pemaafan. jika sudah memaafkan, maka jika mengingat kembali orangnya/peristiwanya sudah tidak ada "rasa". namun kadang ada ketakutan untuk menghadapinya, hal itu wajar aja, semua butuh proses. namun jika pengalaman selalu berulang, maka kita jangan menggunakan jurus yang sama. supaya tidak terluka, tempatkan diri sebagai subjek bukan objek/korban.
15. NN
Bagaimana menghealing sebuah trauma yang sangat melekat. Bahkan kdang masih ada trigger yg mengingatkan akan hal itu. Saya jadi merasa hal itu sungguh sangat mengganggu kehidupan sehari2 terutama romantic attachment dg pasangan.
Jawaban :
Dear mba NN, metode-metode disini dapat dilakukan, silakan dicoba. namun jika terkendala, tidak ada salahnya mendatangi langsung profesional baik psikiater, psikolog maupun terapis.
PENUTUP
Jadi kawan-kawan, mungkin ini kulwap pembuka jalan aja.. apa itu self healing, apa saja metodenya.. teman-teman sebetulnya udh bisa mengenali pola-pola IC, apa kira-kira akarnya, maka step selanjutnya, adalah menyembuhkan satu persatu luka tersebut, saya berproses bertahun-tahun bahkan sampai sekarang, saya meluangkan waktu, untuk sellau minta ditunjukkan apa yang harus saya selesaikan..
kadang-kadang ada bayangan berkelebat yang bahkan saya tidak ingat lagi..
Dan saya ga ngeh kalau itu adalah luka batin
tapi Allah kasih liat, Allah tunjukkan.. maka yang saya lakukan adalah, saya jujur sama diri sendiri..,
terima kasih banyak semuanya yaa buibu hebat di grup kulwap tangkot.

You May Also Like

0 comments