Resensi Buku : Aksi Lima Sahabat Selamatkan Bumi dari Sampah

by - August 26, 2019




Judu Buku: Aksi Lima Sahabat Selamatkan Bumi Dari Sampah
Penulis: Anggit Dina Vyatra, Annisa Miranty Gumay, Avi Nur Ashfia, Diyah Amalia, Dwiagris Tiffania, Ida Widawati, Karyati Niken, Laksemi Bania Siregar, Leila Rizki Niwanda, Nourma Devita, Vivi Ermawati
Penerbit: Cikal Aksara

“Jangan dibuaaang!!!” teriak Dilan saat Bunda akan membuang bonggol daun bawang sisa persiapan masak. Meskipun Dilan tidak tahu cara menanam lagi bonggol itu, tapi Dilan bersemangat ingin mencoba menanamnya kembali. Lalu Dilan pergi menemui Bimo, sahabatnya, untuk diajari cara menanam bonggol daun bawang. Berlima, bersama Andra, Caca, dan Emma, mereka melakukan aksi menjadi sahabat bumi dari sampah.

Buku ini hadir sebagai sahabat anak-anak untuk peduli dengan lingkungan dengan mengolah sampah secara benar. Membaca buku ini, selalu ada keinginan untuk mempraktikkan segala aktivitas yang dilakukan oleh Dilan, Bimo, Andra, Caca, dan Emma. Diawali dengan pengetahuan tentang tempat pembuangan akhir (TPA), hingga aktivitas seru yang bisa dilakukan terhadap sampah dan meminimalkannya. Di akhir buku, tertera alamat bank sampah dan dropzone sampah elektronik yang dapat membantu pembaca yang mulai tergerak untuk memilah sampah dan membuangnya di tempat yang tepat. Tak hanya itu, buku ini dilengkapi beberapa kuis seru di akhir cerita. Seru sekali bukan?!

Dalam cerita, Dilan , Bimo, Andra, Caca, dan Emma adalah anak usia SD. Andra dan Caca kelas 4 SD. Bimo dan Emma kelas 3 SD, sedangkan Dilan homeschooling. Seolah buku ini adalah untuk segmen anak usia SD, padahal buku ini untuk semua umur. Bagi yang dewasa, tidak ada sama sekali kesan menasihati, tapi membacanya menjadi tergerak ikut serta untuk menyelamatkan bumi dari sampah. Anak belum SD pun bisa menikmati setiap cerita yang dihadirkan. Hal ini karena beberapa cerita yang dialami tokoh juga dialami oleh anak usia TK. 19 cerita dalam buku ini memang relatif terlalu banyak untuk anak usiaTK, di bawah 7 Tahun, mengingat masih terbiasa membaca buku cerita pendek yang selesai dibaca dalam sekali waktu. Namun, ilustrasi yang menarik dari setiap cerita mampu membuat anak usia TK untuk ingin terus membacanya di hari-hari mendatang hingga selesai.  

“Indonesia penyumbang sampah plastic ke lautan terbesar kedua di dunia. Bila sampah plastic tidak dikurangi, Tahun 2030 akan lebih banyak sampah daripada ikan di laut”, Susi Pugjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan, Kabinet Kerja 2014-2019.

Ria Asyrofa / Rumbel Literasi IP Tangkot

You May Also Like

0 comments